“Maaf ..sementara aku hanya berniat memberimu coklat. Tolong diterima, meskipun hanya coklat. kira-kira kamu pilih yang mana y? coklat yang warna coklat atau coklat yang ini, yang warna putih? harganya tidak lebih dari 20.000, kamu terima ya…kata orang coklat yang ini enak. hmmm…tapi kamu jauh ya…yaudah…coklatnya biar aku aja dulu yang makan ya…nanti kalo kita sempat ketemu, aku kasih kamu coklat…dua coklat…berarti ngk bakal lebih dari 40.000 harganya. “maaf ya…aku belum bisa nemuin kamu sekarang, sekedar untuk kasih coklat yang aku beli ini, biar aku saja dulu yang makan. nanti kalau aku udah kerja dan gajiku 4 juta, aku datang nemuin kamu ya…di rumah kamu. aku datang sama orang tua aku, aku bakal kasih kamu coklat, dua coklat, warna putih aja ya? kata orang yang ini lebih enak. ehmmm…atau 3 coklat aja ya? kan sekalian buat orang tua kamu juga? akh….tenang aja…berapapun nanti coklat yang kamu minta…aku bakal kasih…nanti ya…pas aku datang ke rumah kamu ketemu ibu kamu, ketemu ayah kamu. Cintaku bukan hanya sebatas coklat…tapi untuk sementara ini maknailah dulu cintaku hanya sebatas coklat saja. ngk papa…aku ngk bakal marah kok, karena memang hanya coklat yang bisa aku kasih hari ini. nanti ya…,aku bakal kasih kamu makna coklat yang sebenarnya. Coklat yang manis, semoga manisnya bisa membuat kamu tersenyum bahagia. aku cinta kamu….tapi nanti ya….. hhhmmm….tapi apa kamu suka coklat? apa kamu suka coklat putih? atau yang kamu suka gaji 4 jutaku? atau bahkan gaji 4 jutaku pun belum tentu kamu suka? hmmm…kira-kira apa ya yang kamu suka? Bodohnya aku…aku bahkan tidak mengetahui apa yang kamu suka. apa kamu suka seandainya aku datang menemui mu? tidak? akh…sepertinya…hubungan kita memang hanya sebatas coklat…coklat yang putih yang disukai banyak orang. okelah kalo begitu…kamu cukup tahu saja…cintaku…bukan hanya sebatas coklat….tapi cinta yang sesungguhnya......
Cintaku Bukan Sebatas Coklat
Sabtu, 06 Februari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar