Membuat seseorang atau sekelompok orang tertawa...agar mungkin sejenak bisa menghapus kesedihan..kekecewaan...kemarahan..atau membuat orang menjadi lebih gembira dari sebelumnya bukanlah hal yang mudah...terutama saat kita sendiri merasa sedih..kecewa..marah.. Saya tau bagaimana rasanya bila sedang sedih..kecewa..marah..dan di saat yang sama tidak ada orang untuk berbagi atau menghibur kita...Bila kita membagikan senyuman dan tawa kita..kita pasti bisa tersenyum dan tertawa bersama...apapun yang sedang kita hadapi...Semoga saya bisa menorehkan senyum itu di wajah kalian.... SEMANGAT Kawan....!"Saya hanyalah seorang yang mencoba tersenyum saat hatinya sedih,dan tertawa saat hatinya menangis".

Kategori teman saya di Facebook

Sabtu, 06 Februari 2010

Dari ratusan orang teman saya di account Facebook, bisa dikelompokkan ke dalam 3 (tiga) kategori, yaitu: teman betulan, teman kebetulan, dan teman jadi-jadian. Dari ketiga pengkategorian diatas, dalam postingan ini tidak ada maksud untuk “merendahkan” yang satu dan “melebihkan” yang lainnya. Karena, saya sendiri otomatis juga menjadi teman kebetulan dan teman jadi-jadian dimaksud.

Pertama, teman betulan. Kategori ini merujuk pada sosok teman yang betul-betul kita kenal. Tingkatan tertinggi dari tipologi teman ini, adalah teman dimana kita pernah bergaul erat. Si teman ini tahu kelebihan, kekurangan atau bahkan rahasia-rahasia kita; Tingkatan menengahnya, mengenal dan pernah bergaul. Tahu kelebihan dan kekurangan kita namun tidak banyak tahu rahasia-rahasia kita; Tingkatan terendah, sekurang-kurangnya kita pernah bertemu muka. Si dia mengenal kita dan sebaliknya, atau si dia mengenal sedikit tentang kita pun sebaliknya.

Kedua, teman kebetulan. Ini merupakan teman yang kita mengenal dia karena respek padanya, terkenal, populer, punya keahlian dan keistimewaan tertentu. Dalam kategori ini juga bisa dimasukkan karena kita nge-fans padanya, sesama angota mailing list, satu kesamaan ( aktivitas, minat, kegemaran) dan sebagainya. Contohnya, tiap pagi bertemu saat naik Bus karena sama-sama sekolah dalam satu sekolah. Namun berbeda tingkatan sekolah. Jadi kenal karena adanya Facebook. Ini salah satu teman kebetulan.

Ketiga, teman jadi-jadian. Di facebook, teman jadi-jadian ini bisa kita peroleh lewat “orang yang mungkin anda kenal” namun kita tak mengenalnya sama sekali, seseorang tiba-tiba (tanpa kita mengenalnya) menambahkan untuk menjadi teman, dan berburu (hunting) seseorang yang tidak kita kenal dari temannya teman.

Ketiga kategori teman diatas adalah teman kita. Seperti halnya saat kita sekolah atau kuliah, tidak mungkin kesemua siswa atau mahasiswa kita kenal semuanya. Maka di situs jejaring sosial Facebook demikian pula adanya.

Situs pertemanan semacam Facebook kita anggap saja sebagai sebuah komunitas antar individu di dunia maya. Jauh sebelum situs-situs pertemanan ini popular, di dunia maya kita sudah mengenal mailing list.Sebuah grup beranggotakan individu-individu yang didasarkan oleh kesamaan akan minat, kegemaran, keahlian, profesi, asal usul (daerah, kota, sekolah, fakultas, universitas) dan sebagainya. Hakikatnya, diantara situs pertemanan dan mailing list hampir-hampir mirip yakni sebagai jembatan penyampaian informasi, perekat hati dan aktualisasi diri.

Facebook dapat pula kita umpamakan sebagai kehidupan bertetangga di dunia maya. Dalam kehidupan bertetangga di dunia nyata, kita mengenal tetangga dekat, tetangga agak jauh dan tetangga jauh. Malah kadang, komunikasi bertetangga di dunia maya itu lebih intens, terbuka, dan cair ketimbang di kehidupan bertetangga sesungguhnya.

0 komentar: